Kamis, 30 September 2021

Berikut 5 Rukun Umroh yang Wajib Dilakukan agar Ibadah Sempurna!

 


Dalam menunaikan ibadah umroh ada rukun umroh yang wajib dilakukan. Berikut urutannya yang wajib dilaksanakan agar ibadah sempurna.

Rukun Umroh – Dalam agama Islam, menunaikan kewajiban harus memperhatikan rukun. Rukun merupakan hal-hal yang harus dilakukan umat Muslim ketika berada dalam proses beribadah. Sama halnya dengan ibadah lainnya, untuk melaksanakan ibadah umroh pun ada rukun umroh yang harus dipenuhi.

Rukun umroh berarti rangkaian aktivitas yang dilakukan dalam ibadah umroh. Umroh sendiri merupakan ibadah dalam Islam yang dilakukan di Tanah Suci Mekkah dan kerap diartikan sebagai ziarah.

Dalam rukun umroh, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan agar ibadah umroh sempurna atau sah. Berikut 5 rukun umroh yang buat ibadah umroh semakin afdal!


Rukun Umroh

1. Niat/Ihram

Semua kegiatan pasti diawali dengan niat, termasuk ibadah umroh. Dalam ibadah umroh, niat ini diberi istilah ihram. Orang yang akan melakukan ibadah umroh menggunakan pakaian ihram (tanpa jahitan) dan melafazkan niat dari Miqat (titik awal memulai ibadah umroh).

2.Tawaf

Rukun umroh selanjutnya adalah tawaf. Tawaf yakni mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Titik awal Thawaf ini dimulai dari Hajar Aswad dan dianjurkan untuk mengusap Hajar Aswad ketika melewatinya.

Bila tidak memungkinkan untuk mengusap Hajar Aswad, jama’ah diperbolehkan dengan hanya memberi isyarat berupa lambaian tangan ke arah Hajar Aswad.

Ketika melakukan Thawaf kita diperbolehkan pula untuk berdzikir maupun melafadzkan doa atau harapan yang dimiliki.

3. Sa’i

Sa’i adalah berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah. Rukun umroh yang satu ini dilakukan sebanyak tujuh kali. Tidak ada doa yang wajib dibacakan, sehingga dalam melakukan Sa’i kamu diperbolehkan untuk memanjatkan doa yang diinginkan.

Rangkaian ibadah Sa’i ini berasal dari kisah Siti Hajar ketika mencarikan minum bagi Ismail saat masih kecil. Istri nabi Ibrahim itu berlari bolak-balik mencari air dari sumber mata air yang kini dikenal dengan mata air zam-zam.

4. Tahallul

Rukun umroh yang berikutnya adalah Tahallul. Tahallul bermakna melepaskan diri dari larangan ihram seperti mencukur rambut  atau menggunting rambut paling sedikit tiga helai rambut.

Tahallul ini dilakukan di luar Masjidil Haram dekat Bukit Marwah. Setelah melakukan Tahallul, jama’ah bebas dari larangan ketika menunaikan ibadah umroh.

5. Tertib

Rukun umroh yang terakhir adalah tertib. Tertib memiliki maksud bahwa para jama’ah ibadah umroh harus melaksanakan segala rukun umroh satu persatu atau sesuai urutan dan aturan yang ditetapkan.

Pastikan ketika melaksanakan rukun umroh kamu tidak boleh melewatkan atau melompati rangkaian ibadah umroh, ya Toppers.

Yuk SEGERA Daftar 

UMRAH Atau Haji !!

Contact Person : 085697243570

WhatsApp. : 085880301057



Selasa, 28 September 2021

Tata Cara Pelaksanaan Umrah (Syarat, Rukun Dan Wajib Umrah)



  • Islam
  • Baligh dan berakal
  • Merdeka
  • Memiliki kemampuan (adanya bekal)
  • Ihram disertai niat.
  • Tawaf atau mengelilingi Kakbah.
  • Sa’i (lari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah)
  • Bercukur atau memotong rambut minimal tiga helai.
  • Ihram dari miqat yang terbagi menjadi dua macam yaitu
  • - Miqat zamani (batas waktu) yaitu dapat dilakukan sewaktu-waktu
  • - Miqat makani (batas mulai ihram) seperti halnya haji.
  • Menjaga diri dari larangan-larangan ihram yang jumlahnya sama dengan larangan haji.
  • Diawali dengan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
  • Mengenakan pakaian ihram berwarna putih tidak berjahit (bagi laki-laki). Untuk lelaki 2 kain, satu dijadikan untuk sarung dan satu lagi dijadikan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
  • Niat melakukan umrah dalam hati
  • Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan bagi wanita suaranya cukup didengar oleh orang yang ada di sampingnya saja, yaitu mengucapkan talbiyah
  • Setelah sampai di Masjidil Haram menuju ka’bah, makalakukan thawaf sebanyak 7 x putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan 4 nya lagi jalan biasa. Tawaf diawali dan diakhiri di hajar aswad, dan ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri. Setiap putaran menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika sanggup sambil mengucapkan “Bismillahi wallahu akbar”. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyaratnya saja sambil berkata “Allahu akbar”.
  • Jika bisa Shalat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim atau kalau tidk bisa maka di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surat Al-Kafirun pada raka’at pertama dan surat Al-Ikhlas pada raka’at kedua.
  • Selanjutnya Sa’i yaitu naik ke bukit Safa dengan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan” Innash shafa wal marwata min sya’aairillah”. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan “Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir”. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa shadaqo ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sesuka hati. Sa’i ini dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali dari bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
  • Kemudian yang terakhir Mencukur rambut kepala bagi laki-laki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita. Maka selesailah ibadah umrah.
  • Bagi umat islam yang sudah mampu maka disunnahkan untuk melakukan ibadah umrah. umrah adalah berkunjung ke tanah suci atau Baitullah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memenuhi syarat tertentu yang telah ditetapkan oleh syara’, dan waktunya boleh kapan saja tidak ditentukan seperti halnya haji.
  • Hukum Umrah
  • Umrah hukumnya sunnah hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “Haji adalah fardu sedangkan umrah adalah “tatawwu.” (HR. muslim).
  • Tatawwu ialah tidak diwajibkan, tetapi sangat baik dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan melakukannya lebih utama daripada meninggalkannya karena tatawwu mempunyai ganjaran pahala.

Syarat Untuk Mengerjakan Umrah

  1. Islam
  2. Baligh dan berakal
  3. Merdeka
  4. Memiliki kemampuan (adanya bekal)
 

Rukun Umrah Ada 4 yaitu :

  1. Ihram disertai niat.
  2. Tawaf atau mengelilingi Kakbah.
  3. Sa’i (lari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah)
  4. Bercukur atau memotong rambut minimal tiga helai.
 

Wajib Umrah Ada 2 yaitu :

Ihram dari miqat yang terbagi menjadi dua macam yaitu
- Miqat zamani (batas waktu) yaitu dapat dilakukan sewaktu-waktu
- Miqat makani (batas mulai ihram) seperti halnya haji.
Menjaga diri dari larangan-larangan ihram yang jumlahnya sama dengan larangan haji.
 

Tata Cara Melakukan Umrah

Diawali dengan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
Mengenakan pakaian ihram berwarna putih tidak berjahit (bagi laki-laki). Untuk lelaki 2 kain, satu dijadikan untuk sarung dan satu lagi dijadikan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
Niat melakukan umrah dalam hati
Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan bagi wanita suaranya cukup didengar oleh orang yang ada di sampingnya saja, yaitu mengucapkan talbiyah
Setelah sampai di Masjidil Haram menuju ka’bah, makalakukan thawaf sebanyak 7 x putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan 4 nya lagi jalan biasa. Tawaf diawali dan diakhiri di hajar aswad, dan ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri. Setiap putaran menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika sanggup sambil mengucapkan “Bismillahi wallahu akbar”. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyaratnya saja sambil berkata “Allahu akbar”.
Jika bisa Shalat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim atau kalau tidk bisa maka di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surat Al-Kafirun pada raka’at pertama dan surat Al-Ikhlas pada raka’at kedua.
Selanjutnya Sa’i yaitu naik ke bukit Safa dengan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan” Innash shafa wal marwata min sya’aairillah”. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan “Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir”. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa shadaqo ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sesuka hati. Sa’i ini dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali dari bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
Kemudian yang terakhir Mencukur rambut kepala bagi laki-laki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita. Maka selesailah ibadah umrah.

Yuk SEGERA Daftar 

UMRAH Atau Haji !!

Contact Person : 085697243570

WhatsApp. : 085880301057




    Senin, 27 September 2021

    4 Perbedaan Haji dan Umroh yang Perlu Anda Ketahui






    UMRAH FAMILY - Haji asal maknanya adalah "menyengaja sesuatu". Haji yang dimaksud menurut syara’ ialah "sengaja mengunjungi ka’bah untuk melakukan beberapa amal ibadah dengan syarat-syarat yang tertentu".Untuk Baca Alquran Klik di Sini.

    Sementara, umrah berasal dari I’timar yang berarti ziarah. Yakni menziarahi ka’bah dan berthawaf disekelilingnya, kemudian bersa’i antara shafa dan marwa, serta mencukur rambut (tahallul) tanpa wukuf di Arafah.

    Dalam buku Bimbingan Manasik Haji Departemen Agama RI, umrah adalah berkunjung ke Baitullah untuk melakukan thawaf, sa’i dan bercukur demi mengharap ridha Allah.

    Berikut adalah 4 perbedaan dasar haji dan umrah yang perlu Anda ketahui, mengutip dariNahdathul Ulama Indonesia.

    Haji dalam pengertian istilah para ulama adalah menuju ke ka’bah untuk melakukan perbuatan-perbuatan tertentu atau mengunjungi suatu tempat tertentu dengan melakukan suatu pekerjaan tertentu.

    Sementara, umrah berasal dari I’timar yang berarti ziarah. Yakni menziarahi ka’bah dan berthawaf disekelilingnya, kemudian bersa’i antara shafa dan marwa, serta mencukur rambut (tahallul) tanpa wukuf di Arafah.

    Dalam buku Bimbingan Manasik Haji Departemen Agama RI, umrah adalah berkunjung ke Baitullah untuk melakukan thawaf, sa’i dan bercukur demi mengharap ridha Allah.

    Berikut adalah 4 perbedaan dasar haji dan umrah yang perlu Anda ketahui, mengutip dariNahdathul Ulama Indonesia.

    1. Berdasarkan Hukumnya

    Perbedaan haji dan umroh yang pertama dapat dilihat berdasarkan hukum yang mendasarinya. Haji diketahui sebagai rukun Islam ke lima yang wajib dilaksanakan bagi seluruh umat Islam yang memenuhi syarat wajib untuk melaksanakannya. Kewajiban berhaji bagi yang mampu ini didasarkan pada firman Allah SWT pada QS Ali Imran ayat 98.

    ولِلهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ

    “Dan bagi Allah subhanahu wata’ala, wajib bagi manusia untuk melaksanakan haji ke Baitullah.” (QS Ali Imran 98).

    Nahdathul Ulama Indonesia menyebutkan bahwa hukum haji adalah wajib dan termasuk dalam persoalan hukum yang telah disepakati dan diketahui oleh semua kalangan umat Islam.

    Bagi mereka yang mengingkari atau menghindari haji padahal mampu dan memenuhi syarat, maka ia termasuk kaum yang berdosa.


    Sementara itu, hukum ibadah umroh masih menjadi perdebatan di antara para ulama. Dari ayat QS Al-Baqarah 196, umat Islam diperintahkan untuk menyempurnakan ibadah haji dan umroh untuk Allah.

    وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلهِ

    "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah untuk Allah,” (QS al-Baqarah: 196).

    Terdapat banyak hadist yang menjelaskan tentang hukum ibadah umroh. Beberapa menyamakan hukum umroh dengan haji, tetapi ada pula yang menyebut hukum melaksanakan umroh adalah Sunnah.

    “Dan bagi Allah subhanahu wata’ala, wajib bagi manusia untuk melaksanakan haji ke Baitullah.” (QS Ali Imran 98).

    Nahdathul Ulama Indonesia menyebutkan bahwa hukum haji adalah wajib dan termasuk dalam persoalan hukum yang telah disepakati dan diketahui oleh semua kalangan umat Islam.

    Bagi mereka yang mengingkari atau menghindari haji padahal mampu dan memenuhi syarat, maka ia termasuk kaum yang berdosa.

    Sementara itu, hukum ibadah umroh masih menjadi perdebatan di antara para ulama. Dari ayat QS Al-Baqarah 196, umat Islam diperintahkan untuk menyempurnakan ibadah haji dan umroh untuk Allah.

    2. Berdasarkan Rukunnya

    Perbedaan haji dan umroh yang kedua dapat dilihat berdasarkan rukunnya. Rukun dalam ibadah menjadi penentu keabsahan ibadah yang dilakukan.

    Hal tersebut juga berlaku untuk ibadah haji dan umroh. Rukun dalam ibadah haji dan umroh bersifat batal bila tidak dilakukan dan tidak bisa diganti dengan denda.

    Seperti yang diketahui, terdapat lima rukun dalam haji yaitu niat ihram, wuquf di Padang Arafah, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Ke lima rukun ini harus dilakukan seluruhnya guna memenuhi keabsahan ibadah haji yang dilakukan.

    Jika tidak bisa melaksanakan seluruh rukun haji ini dikarenakan satu dan lain hal, makan nilai ibadah hajinya akan berkurang.

    Syekh Abdullah Abdurrahman Bafadhal al-Hadlrami berkata:

    أركان الحج خمسة: الإحرام، والوقوف بعرفة، والطواف، والسعي، والحلق. وأركان العمرة أربعة وهي: الإحرام، والطواف، والسعي، والحلق

    “Rukun-rukun haji ada lima, yaitu niat ihram, wuquf di Arafah, tawaf, sa’i dan memotong rambut. Dan rukun-rukun umrah ada empat yaitu ihram, tawaf, sa’i dan memotong rambut, (Syeh Abdullah Abdurrahman Bafadhol al-Hadlrami, Busyra al-Karim Bi Syarhi Masa-il at-Ta’lim Ala al-Muqaddimah al-Hadlrasmiyah, Dar al-Fikr, juz 2, hal. 55).

    Untuk rukun umroh, yaitu niat ihram, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Yang menjadi pembeda antara haji dan umroh hanyalah wuquf di Padang Arafah yang hanya dilaksanakan oleh Jemaah haji saja. Jemaah umroh tidak melakukan wuquf di Padang Arafah.

    Wuquf di Padang Arafah bagi ibadah haji menjadi hal yang wajib dan pelaksanaannya hampir bertepatan dengan jatuhnya Hari Raya Idhul Adha. Pada hari ini, umat Islam yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji disunnahkan untuk berpuasa.

    3. Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya

    Perbedaan haji dan umroh yang ketiga dapat dilihat dari jatuhnya waktu pelaksanaan keduanya. Seperti yang diketahui, pelaksanaan ibadah haji dilakukan setiap setahun sekali dan selalu memiliki jumlah Jemaah yang banyak dan berasal dari seluruh penjuru dunia.

    Waktu pelaksanaan ibadah haji lebih sempit dan terbatas dibandingkan dengan waktu pelaksanaan ibadah umroh. Waktu pelaksanaan haji terbatas hanya pada rentang waktu awal bulan Syawal sampai Hari Raya Idhul Adha di bulan Dzulhijjah. Sementara, ibadah umroh bisa dilaksanakan kapan saja tanpa ada batasan rentang waktunya.

    Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani berkata:

    والوقت وهو في الحج من ابتداء شوال إلى فجر يوم النحر وفي العمرة جميع السنة

    “Dan waktu, waktu dalam haji adalah mulai dari permulaan bulan Syawal sampai fajar hari raya Idul adha (Yaumu al-nahr) dan umrah bisa dilakukan di sepanjang tahun. (Abu Abdil Mu’ti Muhammad Nawawi Bin Umar al-Jawi al-Bantani, Nihayah al-Zain, al-Haromain, hal. 201).

    4. Berdasarkan Kewajibannya

    Perbedaan haji dan umroh yang ke empat adalah berdasarkan kewajiban yang harus dilakukan. Pada haji dan umroh, Jemaah wajib menjalankan serangkaian ritual manasik, yang apabila ditinggalkan tidak dapat membatalkan ibadah, namun wajib diganti dengan denda.

    Kewajiban ibadah haji ada lima, yaitu niat ihram dari miqat, batas area yang telah ditentukan sesuai dengan asal wilayah Jemaah, menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf wada’ atau perpisahan, dan melempar jumrah.

    Syekh Zainuddin Abdul Aziz al-Malibari berkata:

    وواجباته: ١- إحرام من ميقات، ٢- ومبيت بمزدلفة، ٣- وبمنى، ٤- وطواف الوداع، ٥- ورمي بحجر

    “Kewajiban-kewajiban haji yaitu ihram dari miqat, menginap di Muzdalifah dan Mina, tawaf wada’ dan melempar batu,” (Syekh Zainuddin Abdul Aziz al-Malibari, Qurrah al-Aini, al-Haramain, hal. 210).

    Sedangkan kewajiban umroh hanya dua, yaitu niat dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram. Jumlah kewajiban yang lebih sedikit ini membuat pelaksanaan ibadah umroh menjadi lebih cepat usai dibanding haji.

    Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani berkata:

    وأما واجبات العمرة فشيئان الإحرام من الميقات واجتناب محرمات الإحرام

    “Sedangkan kewajiban-kewajiban umrah ada dua yaitu ihram dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram” (Syekh Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi Bin Umar al-Jawi al-Bantaniy, Tausyikh ‘Ala Ibni Qosim, al-Haramain, hal. 239).

    Jadi, pada dasarnya kedua ibadah ini memiliki perbedaan dasar yang cukup signifikan baik dalam hukum, rukun, waktu pelaksanaan dan kewajibannya. Semoga informasi mengenai perbedaan haji dan umroh yang dijabarkan di atas dapat menjadi pencerahan dan menambah pemahaman Anda.

    Yuk SEGERA Daftar 

    UMRAH Atau Haji !!

    Contact Person : 085697243570

    WhatsApp. : 085880301057


    Minggu, 26 September 2021

    Pengertian Haji dan Umroh

     


    Jenis-jenis Haji
    Haji Ifrad, artinya menyendiri
    Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad jika sesorang melaksanakan ibadah haji dan umroh dilaksanakan secara sendiri-sendiri, dengan mendahulukan ibadah haji. Artinya, ketika calon jamaah haji mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah haji. Jika ibadah hajinya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah umroh.

    Haji Tamattu’, artinya bersenang-senang
    Pelaksanaan ibadah haji disebut Tamattu’ jika seseorang melaksanakan ibadah umroh dan Haji di bulan haji yang sama dengan mendahulukan ibadah Umroh. Artinya, ketika seseorang mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah Umroh. Jika ibadah Umrohnya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah Haji.
    Tamattu’ dapat juga berarti melaksanakan ibadah Umroh dan Haji didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
    Haji Qiran, artinya menggabungkan
    Pelaksanaan ibadah Haji disebut Qiran jika seseorang melaksanakan ibadah Haji dan Umroh disatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji Qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama.

    Rukun dan Wajib Haji
    Rukun haji :
    1.    Ihram
    2.    Thawaf Ziyarah (disebut juga dengan Thawaf Ifadhah)
    3.    Sa’i
    4.    Wuquf di padang Arafah
     Apabila salah satu rukun haji di atas tidak dilaksanakan maka hajinya batal. Sedangkan Abu Hanifah berpendapat bahwa rukun haji hanya ada 2 yaitu: Wuquf dan Thawaf. Ihram dan Sa’I tidak dimasukkan ke dalam rukun karena menurut beliau, ihram adalah syarat sah haji dan sa’I adalah yang wajib dilakukan dalam haji (wajib haji). Sementara Imam syafi’ie berpendapat bahwa rukun haji ada 6 yaitu: Ihram, Thawaf, Sa’ie, Wuquf, Mencukur rambut, dan Tertib berurutan).(Kitabul Fiqh Ala Madzhabil Arba’ah 1/578).

    Wajib Haji
    1.    Iharam dimulai dari miqat yang telah ditentukan
    2.    Wuquf di Arafah sampai matahari tenggelam
    3.    Mabit di Mina
    4.    Mabit di Muzdalifah hingga lewat setengah malam
    5.    Melempar jumrah
    6.    Mencukur rambut
    7.    Tawaf Wada’

    Rangkaian Kegiatan Ibadah Umrah
    1.    Diawali dengan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
    2.    mengenakan pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
    3.    Niat umrah dalam hati dan mengucapkan Labbaika ‘umrotan atau Labbaikallahumma bi’umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.
    4.    Sesampai Masjidil Haram menuju ka’bah, lakukan thawaf sebanyak 7 kali putaran.3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri. Setiap putaran menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.
    5.    Shalat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surat Al-Kafirun pada raka’at pertama dan Al-Ikhlas pada raka’at kedua.
    6.    Selanjutnya Sa’i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa shodaqo ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya. Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
    7.    Mencukur rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
    8.    Ibadah Umroh selesai

    Persiapan Ibadah Haji
    Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menunaikan ibadah Haji
    1.    Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT. maupun kepada sesama manusia.
    2.    Karena ibadah Haji adalah ibadah fisik, maka perlu mempersiapkan mental untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan stamina tinggi, keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah SWT.
    3.    Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarg yang ditinggalkan.
    4.    Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.
    5.    Melaksanakan janji yang pernah diucapkan.
    6.    Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga yang akan ditinggalkan.7. Memohon do’a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup)
    7.    Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, dan mengikuti kegiatan manasik haji.
    8.    Mempersiapkan obat-obatan pribadi selama menjalankan ibadah haji.
    9.    Mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk keperluan selama perjalanan ibadah Haji:

    Perlengkapan Pria
    1.    Kain Ihram dua stel
    2.    Baju sehari-hari secukupnya
    3.    Ikat pinggang
    4.    Keperluan mandi

    Perlengkapan Wanita
    1.    Mukena minimal 2 buah
    2.    Pakaian ihram (rok putih dan mukena atas putih) 2 set
    3.    Pakaian sehari-hari secukupnya
    4.    Kaos kaki secukupnya
    Perlengkapan untuk Pria dan Wanita
    1.    Pakaian penghangat
    2.    Selimut
    3.    Sandal jepit
    4.    Sepatu sandal atau sendal gunung
    5.    Obat-obatan pribadi
    6.    Gunting kecil utk Tahallul
    7.    Payung
    8.    Senter kecil (untuk penerangan saat mengambil batu di Musdalifah)
    9.    Kantong kecil untuk menyimpan batu kerikil persiapan melempar jumroh
    10.  Kantong sandal untuk tempat sandal saat di Masjid
    11.  Pelembab atau cream, gunakan untuk tangan dan kaki
    12.  Biaya untuk dam, kurban dsb.

    Lokasi Utama Ibadah Haji dan Umroh


    Makkah Al Mukaromah
    Di kota Makkah Al-Mukaromah inilah terdapat Masjidil Haram yang didalamnya terdapat Ka’bah yang merupakan kiblat ibadah umat Islam sedunia. Dalam rangkaian perjalanan ibadah haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah haji.

    Padang Arafah
    Padang Arafah terdapat di sebelah timur Kota Makkah. Padang Arafah dikenal sebagai tempat pusatnya haji, sebagai tempat pelaksanaan ibadah wukuf yang merupakan rukun haji. Di Padang Arafah juga terdapat Jabal Rahmah tempat pertama kali pertemuan Nabi Adam dan Hawa. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.

    Kota Muzdalifah
    Kota ini tidak jauh dari kota Mina dan Arafah Mota Muzdalifah merupakan tempat jamaah calon haji melakukan Mabit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar Jumroh di Kota Mina.

    Kota Mina

    Kota Mina merupakan tempat berdirinya tugu (jumrah), yaitu tempat pelaksanaan melontarkan batu ke tugu (jumrah) sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Disana terdapat tiga jumrah yaitu jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha.

    Yuk SEGERA Daftar 

    UMRAH Atau Haji !!
    Contact Person : 085697243570

    WhatsApp. : 085880301057


    Sabtu, 25 September 2021

    Tips Mempersiapkan Berangkat Haji

     





    Tips Mempersiapkan Berangkat Haji

    Setiap orang yang ingin bepergian, pasti ingin perjalanan dan rencananya berjalan dengan lancar. Begitu juga dengan jamaah haji yang telah merencanakan dan mempersiapkan segala sesuatunya dari sebelum keberangkatan, tentunya ingin agar segalanya lancar saat beribadah di Tanah Suci.


    Selain mempersiapkan pilihan tabungan haji terbaik, hal yang paling penting lainnya sebelum naik haji adalah soal menjaga kesehatan yang perlu dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan. Tak hanya itu, serangkaian cara untuk menjaga kesehatan akan berlanjut ketika sedang berada dalam perjalanan di pesawat, serta saat tiba di Tanah Suci.


    Maka dari itu, berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan sebagai persiapan sebelum berangkat haji.


    1. Cek Kesehatan

    Hal penting yang perlu dilakukan sebagai persiapan sebelum berangkat haji yakni cek kesehatan. Tentunya, dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan untuk mengetahui seberapa prima kondisi tubuh kamu dalam melakukan ibadah haji.


    Cek kesehatan adalah salah satu tindakan pencegahan untuk mendeteksi masalah kesehatan. Jika diperlukan, dokter akan meresepkan dan merekomendasikan hal yang perlu dilakukan sehingga tubuh cukup sehat untuk menjalani ibadah haji.


    2. Minum Banyak Air

    Tubuh manusia pada umumnya membutuhkan air untuk menyeimbangkan kerja organ tubuh. Minum air memiliki banyak manfaat, terutama untuk melubrikasi sendi, mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, serta menjaga kestabilan suhu tubuh dan juga tekanan darah.


    Selain itu, dengan banyak minum air juga meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan bakteri dan virus penyebab infeksi.


    3. Makan dengan Gizi Seimbang

    Umumnya, makanan dengan gizi seimbang mencakup protein, lemak, serat, kalsium, dan karbohidrat. Jangan lupa untuk menyertakan kandungan di atas dalam tiap menu makanan yang tersaji. Misalnya, nasi, ayam atau ikan, sayur bayam, serta minum susu jika perlu.


    Jangan lupa juga untuk mengonsumsi serat yang terkandung pada sayur dan buah. Vitamin, mineral, dan antioksidan di dalamnya membantu melengkapi asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.


    Makan dengan gizi yang seimbang dapat meningkatkan energi, mendukung kesehatan, serta membuat suasana hati membaik. Konsumsi makanan gizi seimbang sebagai persiapan sebelum berangkat haji.


    4. Hindari Konsumsi Makanan Berlemak Tinggi

    Beberapa makanan yang memiliki lemat tinggi, seperti, pizza, ayam goreng tepung, kentang goreng, dan makanan cepat saji lainnya memang menjadi pilihan menarik dan terlihat lezat. Namun, lemak trans dalam makanan tersebut tidak baik untuk kesehatan, karena dapat meningkatkan LDL (kolesterol jahat) di dalam tubuh, serta menekan HDL (kolesterol baik) dalam tubuh.


    Selain itu, makanan yang diproses mengandung tinggi sodium dapat memengaruhi kesehatan sistem pencernaan. Salah satunya adalah sembelit. Sehingga, sebisa mungkin hindari makanan berlemak tinggi.


    5. Konsumsi Vitamin C Tiap Hari

    Vitamin C bisa didapatkan dari beraneka macam sayur dan buah, termasuk suplemen. Mengonsumsi suplemen daya tahan tubuh yang mengandung vitamin C, Vitamin D, dan Zinc dalam format effervescent (tablet larut air) terbukti efektif meningkatkan daya tahan tubuh. Dalam waktu yang sama vitamin C bisa menambah konsumsi cairan dalam tubuh agar terhindar dari dehidrasi.


    Tak hanya itu, kandungan vitamin ini juga mampu merawat jaringan tubuh, serta berkontribusi dalam proses penyembuhan jaringan yang rusak. Jangan lupa untuk terus konsumsi vitamin C setiap hari saat persiapan sebelum berangkat haji.


    6. Jaga Aktivitas Fisik Sebagai Persiapan Sebelum Berangkat Haji

    Jangan lupa untuk berolahraga sebagai aktivitas fisik yang bisa kamu lakukan. Olahraga ternyata dapat membuat tubuh lebih bugar, menurunkan risiko konstipasi, dan meningkatkan pergerakan sistem pencernaan. Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr. Eka Jusup Singka, kamu bisa melakukan olahraga setiap pagi hari, setidaknya 30 menit, misalnya, jalan pagi, berlari, bersepeda, atau berenang.

    Yuk SEGERA Daftar 

    UMRAH Atau Haji !!

    Contact Person : 085697243570

    WhatsApp. : 085880301057



    Berikut 5 Rukun Umroh yang Wajib Dilakukan agar Ibadah Sempurna!

      Dalam menunaikan ibadah umroh ada rukun umroh yang wajib dilakukan. Berikut urutannya yang wajib dilaksanakan agar ibadah sempurna. Rukun ...